KEBUTUHAN Universal Serial Bus (USB) saat ini kian masif. Secara umum, USB adalah jenis kabel dan konektor yang digunakan untuk menghubungan beberapa jenis perangkat keras.

Misalnya, menghubungkan ponsel ke komputer, menghubungkan kompoter dengan mouse atau keyboard, menghubungkan ke penyimpanan data eksternal, dan lain sebagainya.

Nah, karena semakin banyak digunakan, perusahaan pembuat media penyimpanan data, Western Digital (WD) melakukan riset USB mana yang saat ini banyak digunakan. Lebih spesifik, penelitian Western Digital mencakup penggunaan, preferensi, dan kesadaran terhadap USB flash drive dari berbagai negara.

Survei ini dilakukan menggunakan metode wawancara kualitatif di tujuh negara berbeda, yakni Amerika Serikat, Inggris, Jerman, China, India, Korea, dan Indonesia. Responden yang terlibat sebanyak 3.500 orang dengan rentang usia 18-65 tahun.

Secara global, USB masih populer digunakan sebagai media penyimpanan, dibandingkan jenis penyimpanan lain.

Spesifik di Indonesia, Western Digital menemukan bahwa 100 persen responden memiliki USB dengan rata-rata sekitar tiga USB per orang.

Simak Juga :  Dilema Ekonomi RI: Mulai Pulih dari Pandemi, Malah "Diadang" Inflasi dan Pelemahan Rupiah

Sebanyak 79 persen responden disebut berencana membeli USB di tahun 2022, dibandingkan dengan jenis penyimpanan lain seperti hard disk drive (HDD) eksternal dengan persentase 67 persen.

Lalu, sebanyak 65 persen mengaku berencana membeli solid state drive (SSD) internal, 64 persen berencana membeli SSD eksternal, dan 51 persen alinnya akan membli Network-attached storage (NAS).

Sedangkan untuk tipe colokannya, responden Indonesia lebih cenderung memiliki USB tipe-A dengan konektor tunggal sebesar 41 persen, disusul oleh USB-C konektor tunggal 19 persen, USB-A konektor ganda 17 persen, USB-C konektor ganda 15 pesen, dan USB-C tipe lightning (seperti iPhone) 8 persen.

Meskipun penggunaan USB-A jumlahnya lebih tinggi dibandingkan USB-C, Western Digital menemukan bahwa 71 persen responden kemungkinan besar akan memilih USB-C bakal sebagai opsi pembelian berikutnya.

Sebanyak 74 persen responden juga mengaku tertarik untuk membeli konektor ganda dibanding konektor tunggal di masa mendatang.

USB-C dan dual-connector dinilai lebih efektif

Dalam laporan yang sama, faktor utama konsumen lebih memilih USB konektor ganda dikarenakan USB dengan tipe colokan tersebut dinilai lebih efektif saat mentransfer data antar-perangkat.

Simak Juga :  Capaian Imunisasi Anak di Galang Sudah 97 Persen

Faktor lainnya adalah USB C dapat digunakan juga pada smartphone serta memiliki fleksibilitas dalam penggunaan.

Menurut Amy Tan selaku Regional Sales Direktor WD, permintaan konsumen Indonesia terhadap USB-C dengan tipe konektor ganda terus meningkat. Sebab, konektor ganda memiliki peran penting dalam kebutuhan penggunaan perangkat di masa mendatang.

“Kami telah lama melihat bahwa konektor ganda ini berperan penting untuk kebutuhan penggunaan perangkat modern di masa depan, sehingga dalam beberapa tahun terakhir, kami (akan) terus memperkuat portofolio solusi penyimpanan mobile sesuai dengan fitur-fitur yang dibutuhkan,” imbuh Amy.

Tren global

Sama halnya dengan Indonesia, hasil survei secara global juga menemukan bahwa saat ini konektor tunggal USB-A menjadi tipe colokan yang paling banyak dimiliki responden global, dengan persentase 59 persen.

Namun, apabila dilihat dari prospek jangka panjang, sebanyak 68 persen responden mengaku akan membeli USB-C di masa mendatang. lalu 66 persen responden akan memilih USB konektor ganda, lebih banyak dibanding responden yang berencana membeli USB konektor tunggal, yakni hanya 34 persen.

Simak Juga :  Warga Batam Antusias Nonton Film Pengabdi Setan 2 Communion

USB dengan tipe konektor ganda menjadi colokan USB yang paling diminati karena lebih memudahkan pengguna saat melakukan perpindahan data.

Sebanyak 66 persen menjawab konektor gannda membantu mereka memindahkan konten antar-perangkat, 64 persen menjawab lebih fleksibel, 62 persen merasa “lebih nyaman”, dan 59 persen mengaku karena dapat dihubungkan langsung ke smartphone.

Survei yang dilakukan Western Digital ini mungkin bakal sejalan dan memudahkan penerapan aturan Uni-Eropa. Sebab, di masa mendatang Uni Eropa bakal mewajibkan seluruh pengisian daya kabel menggunakan USB-C, guna untuk mengurangi limbah elektronik.

(*)

Google News